Halo Sobat ! | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer
Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Parah Mesum, mesum, semuanya mesum....

Parah Mesum, mesum, semuanya mesum....

Selasa, 06 November 2012

Parah Mesum, mesum, semuanya mesum - News, Bukannya saya suka mesum, tapi kalo lihat barang mesum pasti mesem-mesem, alias senyam senyum...bukankah itu sudah manusiawi (manusia busuk). Per-mesuman dewasa ini semakin menjadi-jadi dan kalangan agama, rohaniwan, guru, aparat hukum semuanya tidak bisa membendung mesum ini, karena mesum adalah bagian dari kehidupan. Jadi aneh ketika ada UU Pornografi dan disahkan oleh DPR negara adikuasa untuk rakyatnya Inonesia ini. Jelas mereka akan membebankan mesum ini kepada negara untuk mengatasinya sementara mereka hanya akan mengawasi saja, mesum ini.

Detik.com juga sering sekali mengabarkan mesum ini, bahkan hampir semuanya ketahuan sama media berita satu ini, bukankah berita mesum akan selalu cepat terdengar dan dicari oleh media dan publik, kecuali orang yang betul-betul alim, atau hidupnya sulit...hehehe...

Jaman edan saat ini, akan memberikan keleluasaan bagi setiap orang untuk mesum, bahkan dengan alasan anti mesum. kecuali orang-orang yang punya kamar rapat atau baju yang rapat sehingga bisa menyembunyikan kemesumannya.

Kutipan di bawah ini dari detik.com malah ada preman yang sebenarnya otaknya sangat mesum berusaha mencari pahala dengan berbuat mesum (membuat video mesum) pasangan yang baru jatuh cinta (jatuh mesum) di Pekanbaru, bahkan mungkin video itu akan diupload ke youtube.com kalo kemesuman preman itu sudah mencapai level yang agak tehnologis.

Dasar preman, mau menghukum orang mesum malah mau digilir -- wah kebanyakan nonton film orgi dali -- jadi kepengin banget menggilir cewek itu...dan apakah mungkin jika sudah begini UU Pornografi itu relevan buat bangsa ini.

Video Mesum 'Sungguminasa Bergoyang' Gegerkan Gowa
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

Cuplikan video mesum
Makassar - Warga Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dibikin geger dengan beredarnya video mesum dua sejoli di sebuah kamar yang diduga dilakukan oleh warga Gowa sendiri. Video hot itu berjudul 'Sungguminasa Bergoyang'.

Video berdurasi 28 menit ini diduga tersebar via bluetooth dari ponsel ke ponsel milik warga Sungguminasa. Setelah beberapa hari beredar, aparat Polres Gowa akhirnya mengamankan perempuan yang ada dalam video tersebut, berinisial MA (19), di rumahnya, di sekitar kantor KPU Gowa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis kemarin.

Dalam video tersebut, dua sejoli ini sedang berasyik-masyuk di sebuah kamar yang mirip kamar hotel. Kuat dugaan video itu direkam dengan menggunakan handycam disertai tripod.

Kapolres Gowa AKBP Raden Purwadi ketika dihubungi detikcom, Jumat (8/8/2008) mengakui bahwa pemeran wanita dalam video mesum itu adalah warga kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Sedangkan pemeran prianya, menurut Raden, bukan warga Sungguminasa dan kabarnya pria tersebut sudah berada di Jakarta.

Pihaknya pun sudah memeriksa beberapa saksi terkait peredaran video terlarang itu. "Pria dan wanita yang ada dalam video tersebut hanya sebagai korban, yang kami cari orang pertama yang mengedarkan video tersebut," jelas Raden.

Menurut Raden, dari keterangan MA dan beberapa saksi, video pribadi ini direkam pada bulan Mei. Video ini bocor karena ada seseorang yang telah mencuri file 'rahasia' dari ponsel wanita alumnus salah satu SMA swasta di Sungguminasa. Sementara pemeran pria santer disebut anak mantan pejabat penting di Polda Sulselbar dan sekarang sudah kabur ke Jakarta.

"Kami tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum di wilayah kami, meskipun dia anak perwira," tegas Raden menanggapi isu polisi melindungi pemeran pria video mesum yang adegannya mengingatkan masyarakat pada video "Bandung Lautan Asmara" itu.(mna/asy)


Heboh Video Mesum
Pacaran di Taman, Sepasang Kekasih Dipaksa Telanjang
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Tetaplah waspada meski sedang kasmaran. Bila apes, pasangan yang sedang kasmaran bisa jadi korban preman. Ini terjadi di Pekanbaru. Sepasang kekasih yang sedang pacaran dipaksa telanjang. Mereka juga dimintai uang dan sang gadis diancam akan digilir.

Keterlaluannya lagi, aksi premanisme itu juga diabadikan dengan handycam. Rekaman tersebut pun disebarluaskan. Kini video beredar luas di kalangan masyarakat Pekan Baru.

Dalam video berdurari 30 menit itu, terlihat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang benar-benar bugil. Pakaian keduanya lantas dirampas oleh orang-orang yang merekamnya dengan handycam.

Peristiwa itu terjadi di Taman Pancing Jefry Noer, Desa Kubang, Kecamatan Siak,
Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Berdasarkan video itu, sepasang kekasih itu dipaksa bugil karena berpacaran di taman tersebut.

"Baju ini kami simpan sebagai barang bukti. Kalian akan kami arak ke balai desa," gertak salah satu pemuda. Suaranya terdengar dalam rekaman video yang diterima detikcom, Sabtu (15/11/2008).

Selain memaksa, para pemuda itu juga mengancam si perempuan. "Gini aja, kita selesaikan kasus kalian ini di sini. Kalian punya harus bayar dengan kami. Kalau tidak kami arak ke balai desa. Atau gini aja dek, kau kami gilir aja. Biar urusan ini bisa kita selesaikan sekarang juga," ancam salah satu pemuda yang lain.

Si gadis pun tampak ketakukan. Badannya terlihat gemetar. Namun itu tak membuat para pemuda kasihan. Mereka terus merekam si perempuan dari berbagai sudut.

"Ampun Om, jangan saya diperkosa," kata perempuan berambut sebahu itu menangis. Dia bersimpuh di kaki salah satu pemuda yang merekamnya.

Si pemuda kemudian mengatakan, semua itu memang harus diterima pasangan yang tengah dimabuk asmara itu karena telah berbuat maksiat. "Kalian sudah berbuat maksiat
di kampung kami. Kalian dicambuk saja," lanjut pemuda tadi.(ken/iy)


Video Mesum Lokal Hebohkan Warga Pesisir Selatan Sumbar
Yonda Sisko - detikNews
Padang - Warga kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) dihebohkan dengan beredarnya video mesum sepasang remaja berdurasi 7,28 menit yang direkam dengan handphone. Kedua pelaku diketahui sebagai warga kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan.

"Pelakunya masing-masing A (17), warga Pasa Punggasan, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti dan RY (22) warga Tanjuang Medan Nagari Aia haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti Pessel. Mereka disinyalir pasangan kekasih," ujar Wakapolres Pesisir Selatan, Kompol Sutoyo, kepada detikcom melalui telepon, Selasa
Dikatakan Sutoyo, pihaknya sudah memeriksa kedua pelaku dan menahan barang bukti berupa video mesum di Mapolsek Linggo Sari Baganti. Menurutnya, video mesum diketahui beredar sejak Kamis dan menampilkan adegan cabul di salah satu kamar. Untuk menguatkan pembuktian, lanjutnya, polisi akan meminta pakar multi media untuk menganalisa rekaman tersebut.

Pelaku "A", menurut Sutoyo, merupakan siswa Drop Out (DO) dari sebuah SMAN di Pessel pada September lalu karena ketahuan menyimpan video porno di handphone miliknya. Beredarnya tayangan video mesum itu diperkirakan berawal dari hilangnya handphone milik pelaku pada awal November lalu.

"Kita akan tetap menindaklanjuti kasus ini meski pihak keluarga berencana untuk segera menikahkan pasangan itu," tukasnya.(yon/djo)

Rabu, 20/08/2008 16:46 WIB
Tepergok Berbuat Mesum, Bapak dan Putri Kandung Diusir dari Desa
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Tindakan seorang bapak ini tidak pantas ditiru. Benar-benar memalukan! Dia rela berbuat mesum dengan putri kandungnya sendiri. Warga yang memergoki keduanya pun marah. Mereka diusir dari desa dan membayar denda adat seekor kambing.

Perbuatan mesum itu dilakukan Firman (50) dengan putri kandungnya Yanti (30) yang tinggal di Desa Malin Kuning, Kelurahan Sorek I, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kab Pelalawan. Yang mengejutkan, keduanya melakukan hal tak senonoh itu dengan perasaan suka sama suka.

Kapolsek Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Iptu Iwan Lesmana saat dihubungi detikcom, Rabu (20/8/2008), membenarkan hal ini. "Mereka ketangkap basah di rumah kontrakannya oleh warga setempat. Pasangan mesum ini sempat menjadi bulan-bulanan massa. Namun akhirnya keduanya digiring ke kantor polisi," kata Kapolsek Pangkalan Kuras.

Setelah digiring ke kantor polisi, mereka mengaku perbuatan mesum itu dilakukan suka sama suka tanpa ada unsur paksaan. Apalagi Yanti juga sudah dianggap dewasa, sehingga polisi tidak bisa mengenakan hukum pidana kepada keduanya.

"Kita tidak bisa mengenakan sanksi pidana. Apalagi Yanti selaku anak kandungnya itu bukan anak di bawah umur lagi. Selain itu istri pertamanya juga tidak membuat pengaduan ke polisi soal perilaku suaminya itu. Dasar inilah kita melepas keduanya. Persoalan ini kita kembalikan dengan hukum adat yang berlaku di tengah masyarakat," kata Kapolsek.

Kasus perbuatan mesum ini pun akhrinya ditangani masyarakat setempat. Firman yang telah beristri dua ini menerima hukuman adat dengan membayar denda seekor kambing, beras 20 kg, kain putih 20 meter dan diminta memperbaiki rumah kontrakannya yang terlanjur dirusak massa. Total untuk membayar denda adat ini sekitar Rp 2,8 juta.

"Selain membayar denda adat, keduanya juga harus menerima hukuman adat yakni keluar dari kampung tersebut. Kini keduanya sudah diusir warga. Kabarnya Firman sudah kembali ke tempat istri mudanya di Lampung," kata Kapolsek.

Perbuatan mesum itu diketahui warga pada akhir pekan lalu sekitar pukul 02.00 dini hari. Yanti sendiri berada di desa tersebut baru sekitar dua pekan membantu bapaknya berjualan martabak. Yanti merupakan anak sulung dari istri pertama Firman yang berada di Pekanbaru.

Warga setempat manaruh curiga, karena mereka yang sering kelihatan mesra. Sehingga malam itu, selepas Firman berjualan martabak, warga mengintai keduanya. Rupanya pagi buta itu, Firman dan Yanti yang tinggal di rumah kontrakan itu tengah asyik berbuat mesum dengan cara (maaf-Red) seks oral.

Saat itu juga warga menangkap basah keduanya. Firman menjadi bulan-bulanan massa. Rumah kontrakannya sempat dirusak warga.

"Namun dari hasil visum yang kita lakukan, Yanti masih perawan. Artinya keduanya belum sempat melakukan hubungan intim layaknya suami istri," kata Kapolsek.